close
Lompat ke isi

Shanrendao

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perhimpunan Jalan dan Kebajikan
善人道
Shànréndào
BERJAYA
JenisPerhimpunan Konfusianisme-Taoisme
PenggolonganAgama keselamatan Tionghoa
PendiriJiang Shoufeng
Didirikan28 September 1921
Tai'an, Shandong
Umat1930-an: 8 juta (25% dari populasi Tiongkok Timur Laut)[1]
Nama lainPerhimpunan Moral Dunia / Perhimpunan Etika

Shanrendao (Hanzi: 善人道; Pinyin: Shànréndào; harfiah: 'Jalan Orang Bijak') adalah sebuah gerakan keagamaan Konfusianisme-Taoisme di Tiongkok Timur Laut. Nama organisasi ini sebagai badan sosial adalah Perhimpunan Universal Jalan dan Kebajikannya (万国道德会; Wànguó Dàodéhuì) atau lebih singkat disebut Perhimpunan Jalan dan Kebajikan (道德会; Dàodéhuì), yang sering diterjemahkan sebagai Perhimpunan Moralitas. Shanrendao dipandang sebagai salah satu contoh terbaik dari gerakan jiaohua (教化; jiàohuà; 'transformasi spiritual').[2]

Kontribusi besar datang dari putra Jiang Shoufeng, Jiang Xizhang (1907–2004), seorang anak berbakat yang sebelum berusia sepuluh tahun telah menulis komentar atas Klasik Konfusianisme.[3] Ayah dan anak ini menyusun versi klasik dalam bahasa sehari-hari untuk menyebarkan ajaran Konfusianisme di kalangan masyarakat Tionghoa.[3] Setelah Perang Dunia I, Xizhang menulis sebuah selebaran berjudul Xizhanlun yang berisi ajaran anti-perang, terinspirasi oleh isi dari berbagai agama dunia.[3]

Dorongan terbesar bagi pentingnya gerakan ini dalam kehidupan sosial datang dari Wang Fengyi (王凤仪; 1864–1937), seorang tabib karismatik sekaligus pengkhotbah dari kalangan petani yang memimpin Perhimpunan Universal Jalan dan Kebajikan pada 1930-an.[4] Ia dipandang sebagai seorang “santo rakyat” di seluruh Tiongkok timur laut, seorang shànrén (善人; 'orang bijak') dengan julukan “Wang yang Baik”[5] atau “Raja yang Bijak” (王善人), sebuah permainan kata karena nama marganya berarti “raja” atau “penguasa”.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ownby (2008). § 23: «Daodehui delapan juta di Manchukuo saja (seperempat dari total populasi) pada 1936–1937.»
  2. 1 2 Duara (2014), hlm. 182.
  3. 1 2 3 Kiely, Goossaert & Lagerwey (2015), hlm. 696.
  4. Kiely, Goossaert & Lagerwey (2015), hlm. 697.
  5. Billioud & Thoraval (2015), hlm. 79.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]