close
Lompat ke isi

Partai Bulan Bintang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Partai Bulan Bintang
SingkatanPBB
Ketua umumYuri Kemal Fadlullah
Sekretaris JenderalRuksamin
DibentukJuli 17, 1998; 27 tahun lalu (1998-07-17)
Kantor pusatJl. KH. Guru Amin No. 1B Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12740
Sayap pemudaPemuda Bulan Bintang
Brigade Hizbullah Bulan Bintang
Sayap wanitaMuslimat Bulan Bintang
Keanggotaan405.441 (2023)
IdeologiPancasila
Demokrasi Islam
Modernisme Islam
Nasionalisme religius[1]
Historis:
Islamisme[2]
Posisi politikKanan-tengah ke sayap-kanan
AgamaIslam
Afiliasi nasionalKoalisi Indonesia Maju
Kursi di DPR
0 / 580
Kursi di DPRD I
12 / 2.372
Kursi di DPRD II
164 / 17.510
Situs web
www.partaibulanbintang.or.id

Partai Bulan Bintang (PBB) adalah sebuah partai politik di Indonesia berasaskan modernisme Islam[3][4] dan juga sebagai partai penerus Masyumi yang pernah berjaya pada masa demokrasi liberal.[3] Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998.[3][5]

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]

Partai Bulan Bintang (PBB) telah ikut pemilihan umum legislatif Indonesia selama enam kali yaitu pada Pemilu tahun 1999,[3] 2004, 2009, 2014, 2019, dan 2024. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.

Cikal bakal partai ini berawal dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) yang dirintis oleh Mohammad Natsir, Masjkur, Rusli Abdul Wahid, Mohammad Rasjidi, Noer Alie, Anwar Harjono, Yunan Nasution, Hasan Basri, dll pada 17 Agustus 1989. Forum ini awalnya dibentuk untuk mengkaji permasalah-permasalahan keumatan di Indonesia.

FUI kemudian berkembang dan pada 11 Desember 1993 keberadaannya dikukuhkan oleh para pimpinan organisasi dakwah dan ormas islam tingkat nasional sebagai wadah perjuangan dalam mempertahankan dan melestarikan aqidah islamiyah umat islam Indonesia, dan tercatat sebagai pendiri diantaranya adalah:

  1. Prof. Dr. Ismail Suny, S.H. MCL (Muhammadiyah),
  2. H. Nuddin Lubis (NU),
  3. Drs. H. Nurulhuda (Perti),
  4. Dr. Anwar Harjono, S.H (DDII),
  5. K.H. A Latief Muchtar MA (Persis),
  6. H.M. CH Ibrahim (PSII),
  7. K.H. Sholeh Iskandar (BKSPP),
  8. K.H. Dadun Abdulqohar (BKSPP), dan
  9. K.H. Nur Ali (Pesantren Attaqwa-Bekasi).

Dalam perkembangannya, FUI rutin mengadakan pertemuan untuk membicarakan situasi politik yang berkaitan dengan umat islam dan aspirasinya. Beberapa kali dalam forum tersebut sering diusukan pembentukan Partai Politik karena didasarkan keinginan Mohammad Natsir semasa hidupnya yang ingin menjadikan Forum Ukhuwah menjadi Partai Politik.

Sejalan dengan agenda reformasi, melalui pertemuan FUI di kediaman Anwar Harjono pada 12 Mei 1998 ditandatanganilah Deklarasi Pembentukan BKUI (Badan Koordinasi Umat Islam) oleh tokoh-tokoh yang mewakili sebelas Organisasi Islam. Tercatat 27 organisasi Islam sebagai anggota BKUI yaitu :

  1. FUI (Forum Ukhuwah Islamiyah)
  2. ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  3. DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)
  4. PERSIS (Persatuan Islam)
  5. PSII (Sarekat Islam)
  6. PUI (Persatuan Umat Islam)
  7. PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah)
  8. Al Irsyad Al Islamiyah
  9. BKSPPI (Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia)
  10. FSUHTM (Forum Silaturahi Ulama Habaib dan Tokoh Masyarakat)
  11. KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam)
  12. PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia)
  13. Muhammadiyah (diwakili Lembaga Hikmah)
  14. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
  15. PII (Pelajar Islam Indonesia)
  16. KB-PII (Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia)
  17. GPI (Gerakan Pemuda Islam)
  18. KB-GPI
  19. Hidayatullah
  20. Asysyafi’yah
  21. BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia)
  22. BAKOMUBIN (Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia)
  23. Wanita Islam
  24. IKMI (Ikatan Keluarga Masjid Indonesia)
  25. Ittihadul Mubalighin
  26. Forum Ukhuwah Antar Kampus, dan
  27. LPPI (Lembaga Penelitian Pengkajian Islam)

BKUI kemudian melakukan Musyawarah Nasional di Jakarta pada 4 Juni 1998. Pada saat Munas tersebut mencuatlah pembentukan partai Islam di Indonesia, hingga terbentuklah “Tim Partai” yang diketuai oleh HM Soleman. Tim Partai BKUI saat itu berkeinginan kuat untuk mendirikan Partai dengan nama MASYUMI, tetapi setelah mempertimbangkan legalitas dan beban mental, mengingat intregritas pribadi tokoh-tokoh Masyumi pada masa lalu, maka dipilihlah nama Partai Bulan Bintang (PBB) pada 17 Juli 1998.[5]

Deklarasi pendirian partai ini dilakukan pada Jumat 26 Juli 1998 di halaman Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekaligus memilih Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum DPP PBB. Berikutnya MS Kaban dipilih sebagai ketua umum pada 1 Mei 2005.

Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini memeroleh suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% sehingga berakibat pada tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI, meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Dalam pemilu legislatif 2014, PBB meraih suara sebesar 1 sampai 2 persen yang dianggap tidak lolos bersama PKPI, tetapi masih memiliki sekitar 400 Anggota DPRD baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Sejak Muktamar ke-3, April 2010, di Medan partai ini telah menetapkan kembali MS Kaban sebagai Ketua Umum Sedangkan BM Wibowo Hadiwardoyo mantan Sekjen Organisasi massa Islam Hidayatullah diangkat sebagai Sekretaris Jenderal dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syura sedangkan DR. Fuad Amsyari sebagai Ketua Dewan Kohormatan Partai.

Partai ini kemudian diloloskan KPU sebagai peserta pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14.

Pada 26 April 2015, Yusril Ihza Mahendra terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang di Muktamar IV PBB[6] menggantikan MS Kaban. Ia terpilih terpilih secara aklamasi setelah calon lainnya Rhoma Irama tidak datang ke arena muktamar pada pemilihan ketua umum.[7]

Pada Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden yang diselenggarakan serentak pada 17 April 2019, Partai Bulan Bintang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mendukung Joko Widodo sebagai presiden untuk periode kedua. Namun, pada pemilihan legislatif Partai Bulan Bintang hanya meraih suara sebanyak 0,79% (1.099.848 suara) sehingga tidak berhasil lolos ambang batas parlemen atau parlementary treshold sebesar 4%.[butuh rujukan]

Pada Kamis, 26 September 2019, Yusril Ihza Mahendra kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang periode 2019-2024 di Muktamar V Partai bulan Bintang yang berlangsung di Tanjung Pandan, Belitung.[butuh rujukan]

Perolehan suara dan kursi

[sunting | sunting sumber]
BERJAYA
Peta persebaran suara PBB pada pemilu 1999–2024 berdasarkan ketersediaan data
Pemilu Total kursi Total pemilihan Persentase Hasil Urutan
1999
13 / 462
2.049.708 1,94% Partai baru 6
2004
11 / 550
2.970.487 2,62% Penurunan2 kursi 8
2009
0 / 560
1.864.752 1,79% Penurunan11 kursi 10
2014
0 / 560
1.825.750 1,46% Steady 0 kursi 11
2019
0 / 575
1.099.848 0,79% Steady 0 kursi 14
2024
0 / 580
484.486 0.32% Steady 0 kursi 16

DPRD Provinsi

[sunting | sunting sumber]
Pemilu Perolehan
Kursi
Jumlah
Provinsi
Provinsi
Juara
Keterangan
2014 16 10 tidak ada
2019 Penurunan 7 Penurunan 5 tidak ada [Ket. 1]

[Ket. 2]

2024 Kenaikan 12 Kenaikan 7 tidak ada [Ket. 3]

Ketua umum

[sunting | sunting sumber]
No Potret Ketua umum Masa jabatan
1 BERJAYA Yusril Ihza Mahendra
(1956-)
1998–2005
2 BERJAYA Malem Sambat Kaban
(1958-)
2005–2010
2010–2015
3 BERJAYA Yusril Ihza Mahendra
(1956-)
2015–2020
2020–2024
BERJAYA Fahri Bachmid
(Pelaksana tugas)
(1977-)
2024–2025
4 BERJAYA Gugum Ridho Putra
(1988-)
2025–2026
BERJAYA Yuri Kemal Fadlullah
(Penjabat)
(1984-)
2026–sekarang

Susunan pengurus

[sunting | sunting sumber]

Kader terkenal

[sunting | sunting sumber]

Pimpinan lembaga negara

[sunting | sunting sumber]

Menteri dan wakil menteri

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Al-Hamdi, Ridho (2017). Moving towards a Normalised Path: Political Islam in Contemporary Indonesia. (dalam bahasa Inggris). JURNAL STUDI PEMERINTAHAN. Vol. 8 No. 1, February 2017. pp.53, 57, 62.
  2. https://carnegieendowment.org/posts/2013/10/indonesias-political-parties?lang=en
  3. 1 2 3 4 "Wajah 48 partai peserta Pemilu 1999: Nomor 22: Partai Bulang Bintang (PBB)". Kompas. 12 Maret 1999. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 31-03-2018 via Seasite.niu.edu (Southeast Asian languages, literatures and cultures).
  4. Yuniarto, Topan (6 Februari 2024). "Partai Bulan Bintang". Kompaspedia. Kompas. Diakses tanggal 2024-03-30.
  5. 1 2 Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004–2009. Jakarta: Kompas. hlm. 31–36, 58–66. ISBN 979-709-121-X.
  6. Artikel:"Rhoma Irama Tak Datang, Yusril Jadi Ketum Partai Bulan Bintang" di Kompas.com
  7. "Rhoma Irama Mundur, Yusril Terpilih Jadi Ketua Umum PBB" di Detik.com