Cibeber, Lebak
Cibeber
Cikotok | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Banten | ||||
| Kabupaten | Lebak | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Khaerudin, S. Pd., M.Si. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 61,748 jiwa jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 36.02.19 | ||||
| Kode BPS | 3602040 | ||||
| Luas | 454,20 km² | ||||
| Kepadatan | 136 jiwa/km² | ||||
| |||||
Cibeber adalah kecamatan di Kabupaten Lebak, provinsi Banten, Indonesia. Kecamatan Cibeber lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Cikotok, yang terkenal dengan tambang emas tertua di Indonesia.[1] Di kecamatan ini banyak bangunan bersejarah seperti Pesanggrahan Cikotok dan Bendungan Cikotok. Daerah ini terletak di lereng perbukitan. Kecamatan Cibeber memiliki luas wilayah 454,20 km2, atau sekitar 12,11 persen dari luas wilayah Kabupaten. Letak geografis Kecamatan Cibeber berada dibagian selatan Kabupaten Lebak dengan jarak tempuh sekitar 155 km dari Ibukota kabupaten. Secara administratif Kecamatan Cibeber terbagi menjadi 22 Desa dengan 136 Rukun Warga (RW) dan 320 Rukun Tetangga (RT). Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lebak, tahun 2024 penduduk di Kecamatan Cibeber mencapai 61.748 jiwa, terdiri dari 31.526 laki-laki dan 30.222 perempuan.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Cerita Tambang Emas Tertua di Pulau Jawa, Ditemukan Tahun 1839 dan Kini Jadi Geowisata". merdeka.com. 2024-10-12. Diakses tanggal 2024-10-14.

