close
Lompat ke isi

Purnawarman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Purnawarman
Narèndraddhvajabhūténa
BERJAYA
Ilustrasi Purnawarman
Raja Tarumanegara ke 3
Berkuasa(395 - 434)
PendahuluDharmayawarman
PenerusWisnuwarman
Kelahiran16 Maret 372 M
Kematian23 November 434 M
Keturunan
Nama takhta
Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati
WangsaDinasti Warman
AyahDharmayawarman

Purnawarman adalah Raja ke-3 sekaligus termahsyur dari Kerajaan Tarumanagara yang memerintah sejak tahun 395 - 434 M. Namanya dikenal dalam Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, dan Prasasti Tugu.

Peninggalan

[sunting | sunting sumber]

Prasasti Cidanghiang

[sunting | sunting sumber]

Prasasti Cidanghiang ditemukan di Desa Lebak Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang pada tahun 1947. Tulisannya menggunakan bahasa Sanskerta dengan aksara Pallawa. Isinya berupa pengagungan keberanian raja bernama Purnawarman. Penyampaiannya hanya dalam 2 baris kalimat yang berbentuk puisi.[1] Isinya sebagai berikut:

vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah

Terjemahan: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa, prabu yang setia serta penuh kepahlawanan, yang menjadi panji segala raja, yang termashur Purnawarman (Danasasmita, 1984: 3 1).

Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. BPS Provinsi Banten (2019). Pariwisata Banten dalam Angka Tahun 2019 (PDF). Dinas Pariwisata Provinsi Banten. hlm. 47. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

[sunting | sunting sumber]
  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
  • R.M. Mangkudimedja. 1979. Serat Pararaton Jilid 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
  • Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Dharmayawarman
Raja Tarumanagara
(395434)
Diteruskan oleh:
Wisnuwarman