Purnawarman
| Purnawarman | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Narèndraddhvajabhūténa | |||||
Ilustrasi Purnawarman | |||||
| Raja Tarumanegara ke 3 | |||||
| Berkuasa | (395 - 434) | ||||
| Pendahulu | Dharmayawarman | ||||
| Penerus | Wisnuwarman | ||||
| Kelahiran | 16 Maret 372 M | ||||
| Kematian | 23 November 434 M | ||||
| Keturunan | |||||
| |||||
| Wangsa | Dinasti Warman | ||||
| Ayah | Dharmayawarman | ||||
Purnawarman adalah Raja ke-3 sekaligus termahsyur dari Kerajaan Tarumanagara yang memerintah sejak tahun 395 - 434 M. Namanya dikenal dalam Prasasti Ciaruteun, Prasasti Jambu, dan Prasasti Tugu.
Peninggalan
[sunting | sunting sumber]Prasasti Cidanghiang
[sunting | sunting sumber]Prasasti Cidanghiang ditemukan di Desa Lebak Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang pada tahun 1947. Tulisannya menggunakan bahasa Sanskerta dengan aksara Pallawa. Isinya berupa pengagungan keberanian raja bernama Purnawarman. Penyampaiannya hanya dalam 2 baris kalimat yang berbentuk puisi.[1] Isinya sebagai berikut:
vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah
Terjemahan: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa, prabu yang setia serta penuh kepahlawanan, yang menjadi panji segala raja, yang termashur Purnawarman (Danasasmita, 1984: 3 1).
Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ BPS Provinsi Banten (2019). Pariwisata Banten dalam Angka Tahun 2019 (PDF). Dinas Pariwisata Provinsi Banten. hlm. 47. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
- R.M. Mangkudimedja. 1979. Serat Pararaton Jilid 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
- Slamet Muljana. 2005. Menuju Puncak Kemegahan (terbitan ulang 1965). Yogyakarta: LKIS
- Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Dharmayawarman |
Raja Tarumanagara (395—434) |
Diteruskan oleh: Wisnuwarman |
