Paus Paskalis II
Paskalis II | |
|---|---|
| Uskup Roma | |
Miniatur abad ke-14 (manuskrip berhias) Paskalis II | |
| Gereja | Gereja Katolik |
Awal masa kepausan | 13 Agustus 1099 |
Akhir masa kepausan | 21 Januari 1118 |
| Pendahulu | Urbanus II |
| Penerus | Gelasius II |
| Imamat | |
Pelantikan kardinal | 1073 oleh Gregorius VII |
| Peringkat | Kardinal Imam (1073 - 1078) Kardinal Uskup (1078 - 1099) |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Raniero Raineri di Bleda |
| Lahir | 1050–55 Bleda atau Galeata, Pawai Toscana, Kekaisaran Romawi Suci |
| Meninggal | 21 Januari 1118 (aged c. 63–68) Roma, Negara Kepausan |
Jabatan sebelumnya |
|
| Paus lainnya yang bernama Paskalis | |
Paus Paskalis II (Latin: Paschalis II; 1050 x 1055 – 21 Januari 1118), lahir Raniero Raineri di Bleda, adalah kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 13 Agustus 1099 hingga kematiannya pada tahun 1118. Seorang biarawan dari Biara Cluny, dia diangkat menjadi kardinal-imam San Clemente oleh Paus Gregorius VII (1073–85) pada tahun 1073. Ia ditahbiskan sebagai paus dalam suksesi menggantikan Paus Urbanus II (1088–99) pada tanggal 19 Agustus 1099. Masa pemerintahannya yang hampir dua puluh tahun merupakan jangka waktu yang luar biasa panjang untuk seorang paus di abad pertengahan.
Kehidupan Awal dan Karier Kepausan
[sunting | sunting sumber]Ranierius, nama asli Paus Paskalis II, dilahirkan di Bleda, Toskana, Italia. Sebelum menjadi paus, ia merupakan seorang biarawan dari Biara Cluny, sebuah ordo monastik yang sangat berpengaruh pada masanya. Ia bergabung dengan gerakan reformasi gereja yang dipelopori oleh Paus Gregorius VII, yang bertujuan untuk membersihkan gereja dari pengaruh duniawi dan memperkuat independensi gereja. Pada tahun 1073, ia diangkat menjadi kardinal-Imam San Clemente oleh Paus Gregorius VII.
Setelah kematian Paus Urbanus II pada tahun 1099, Ranierius terpilih sebagai paus dan mengambil nama "Paskalis II". Penobatannya sebagai paus menandai dimulainya era baru dalam sejarah gereja, yang penuh dengan tantangan besar, termasuk perjuangan melawan klaim kekuasaan dari Kaisar Romawi Suci.
Masa Kepausan (1099–1118)
[sunting | sunting sumber]Konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci
[sunting | sunting sumber]Salah satu isu utama selama masa kepemimpinan Paus Paskalis II adalah konflik dengan Kaisar Heinrich V dari Jerman (Henry V), yang merupakan penerus Kaisar Heinrich IV. Konflik ini merupakan kelanjutan dari Kontroversi Penobatan, yaitu sengketa antara gereja dan negara mengenai hak untuk mengangkat uskup-uskup dan pemimpin gereja lainnya.
Pada tahun 1111, Paus Paskalis II mencapai kesepakatan sementara dengan Heinrich V di mana paus setuju untuk menyerahkan semua klaim atas hak investitura (hak untuk mengangkat uskup) kepada kaisar. Namun, kesepakatan ini ditentang keras oleh banyak anggota gereja karena dianggap melemahkan otoritas gereja. Akibatnya, kesepakatan tersebut dibatalkan, dan konflik antara gereja dan kekaisaran berlanjut.
Upaya Reformasi Gereja
[sunting | sunting sumber]Paus Paskalis II terus melanjutkan upaya reformasi gereja yang telah dimulai oleh pendahulunya, seperti Paus Gregorius VII. Salah satu fokus utamanya adalah memerangi praktik simoni, yaitu penjualan jabatan-jabatan gereja. Selain itu, ia juga berusaha memperkuat disiplin monastik dan meningkatkan standar moral para klerus.
Selama masa kepemimpinannya, Paus Paskalis II juga mendukung Perang Salib Pertama, meskipun ia tidak terlibat secara langsung dalam organisasi atau pelaksanaannya. Ia mendorong umat Kristen untuk membela Tanah Suci dari kekuasaan Muslim.
Hubungan dengan Negara-Negara Eropa
[sunting | sunting sumber]Selain konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci, Paus Paskalis II juga menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara Eropa. Salah satu pencapaian pentingnya adalah rekonsiliasi dengan Normandia di Italia Selatan. Pada tahun 1113, ia mengadakan perjanjian damai dengan Roger II dari Sisilia, yang mengakui supremasi gereja atas wilayah tersebut.
Namun, hubungan dengan Prancis dan Inggris cenderung lebih rumit. Di Inggris, misalnya, ia harus menghadapi konflik antara Raja Henry I dan gereja setempat mengenai masalah investitura. Meskipun demikian, Paus Paskalis II berhasil mempertahankan posisi gereja tanpa terlalu merusak hubungan dengan kerajaan.
Akhir Hayat dan Warisan
[sunting | sunting sumber]Paus Paskalis II meninggal dunia di Roma pada tanggal 21 Januari 1118. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Meskipun masa kepemimpinannya penuh dengan tantangan, ia diingat sebagai salah satu paus yang berkomitmen untuk memperkuat otoritas gereja dan melanjutkan reformasi yang telah dimulai oleh para pendahulunya.
Warisan Paus Paskalis II tecermin dalam upayanya untuk mempertahankan independensi gereja dari pengaruh sekuler. Meskipun ia tidak sepenuhnya berhasil menyelesaikan kontroversi penobatan, langkah-langkah yang diambilnya selama masa kepemimpinannya memberikan fondasi bagi solusi akhir yang dicapai oleh Paus Kalistus II melalui Perjanjian Worms pada tahun 1122.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- A History of the Crusades. Univ of Wisconsin Press. 1969. ISBN 978-0299048341.
- McLaughlin, Megan (2010). Sex, Gender, and Episcopal Authority in an Age of Reform, 1000–1122. Cambridge University Press. p. 175. ISBN 978-0521870054.
- Blumenthal, Uta-Renate (1988). The Investiture Controversy: Church and Monarchy from the Ninth to the Twelfth Century. University of Pennsylvania Press. p. 167. ISBN 978-0812213867.
- One or more of the preceding sentences incorporates text from a publication now in the public domain: Hayes, Carlton Joseph Huntley (1911). "Paschal s.v. Paschal II.". In Chisholm, Hugh (ed.). Encyclopædia Britannica. Vol. 20 (11th ed.). Cambridge University Press. p. 882.
- One or more of the preceding sentences incorporates text from a publication now in the public domain: Loughlin, James (1911). "Pope Paschal II". In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 11. New York: Robert Appleton Company. Retrieved 25 December 2017.
