Garangan berkerah
| Collared mongoose
| |
|---|---|
| Herpestes semitorquatus | |
| Status konservasi | |
| Hampir terancam | |
| IUCN | 41616 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Mammalia |
| Ordo | Carnivora |
| Famili | Herpestidae |
| Genus | Herpestes |
| Spesies | Herpestes semitorquatus Gray, 1846 |
| Tata nama | |
| Sinonim takson | Herpestes semitorquatus Mungos semitorquatus |
| Distribusi | |
Garangan berkerah (Urva semitorquata) adalah sebuah spesies garangan yang berasal dari Pulau Kalimantan dan Sumatra; keberadaannya di Filipina masih belum dipastikan. Spesies ini digolongkan sebagai spesies mendekati terancam pada Daftar Merah IUCN.[1]
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Herpestes semitorquatus adalah nama ilmiah yang diusulkan oleh John Edward Gray pada 1846 untuk sebuah spesies garangan berwarna cokelat yang diambil di Kalimantan.[2]
Mungos semitorquatus uniformis adalah nama yang diusulkan oleh Herbert C. Robinson dan Cecil Boden Kloss pada 1919 untuk dua garangan berkerah yang dikumpulkan di Distrik Ophir, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat.[3] Sekarang, semua jenis garangan Asia dianggap masuk kedalam genus Urva.[4]
Garangan berkerah Kalimantan dan Sumatra memiliki keanekaragaman genetik yang sedikit.[5]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaiucn2 - ↑ Gray, J.E. (1846). "New species of Mammalia". The Annals and Magazine of Natural History; Zoology, Botany, and Geology. 18 (118): 211–212.
- ↑ Robinson, H.C. & Kloss, C.B. (1919). "On mammals chiefly from the Ophir District, W.-Sumatra, collected by Mr. E. Jacobson". Journal of the Federated Malay States Museums. 7: 302.
- ↑ "ASM Mammal Diversity Database". www.mammaldiversity.org. Diakses tanggal 2021-07-08.
- ↑ Veron, G.; Patou, M-L.; Debruyne, R.; Couloux, A.; Fernandez, D.A.P.; Wong, S.T.; Fuchs, J.; Jennings, A.P. (2015). "Systematics of the Southeast Asian mongooses (Herpestidae, Carnivora): solving the mystery of the elusive collared mongoose and Palawan mongoose". Zoological Journal of the Linnean Society. 173: 236–248. doi:10.1111/zoj.12110.
