close
Lompat ke isi

Kabinet Darurat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabinet Darurat
BERJAYA
Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-8
1948–1949
BERJAYA
Dibentuk19 Desember 1948
Diselesaikan13 Juli 1949
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoekarno (ditangkap)
Kepala pemerintahanSyafruddin Prawiranegara
Jumlah menteri11 menteri
Sejarah
PendahuluKabinet Hatta I (ditangkap)
PenggantiKabinet Hatta II (dipulihkan)

Kabinet Darurat adalah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang secara efektif merupakan pemerintahan Indonesia dalam pengasingan, yang dibentuk di Bukittinggi, Sumatera Barat, setelah Agresi Militer Belanda II ketika ibu kota republik Yogyakarta direbut dan sebagian besar anggota kabinet membiarkan diri mereka ditangkap dengan harapan menarik simpati dari dunia luar.[1]

Kabinet Darurat berjalan dari 19 Desember 1948 dan berakhir pada 13 Juli 1949 ketika mandat pemerintahan dikembalikan kepada Kabinet Hatta I.

Pimpinan Kabinet

[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Desember 1948 sebuah pertemuan diadakan di Bukittinggi. Di antara yang hadir pada pertemuan tersebut adalah Syarifuddin, Teuku Muhammad Hasan (Komisioner pemerintah pusat untuk daerah Sumatra), Kolonel Hidayat (Komandan Komando Sumatra) dan beberapa pejabat sipil dan militer lainnya.[2] Pertemuan tersebut membentuk adanya pemerintahan darurat untuk menggantikan sementara pemerintahan negara yang tidak berjalan akibat ditangkapnya Soekarno, Hatta, dan beberapa anggota kabinet.

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
1 Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia BERJAYA Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Masyumi
2 Wakil Ketua Pemerintahan Darurat BERJAYA Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-partai
BERJAYA Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI

Susunan kabinet

[sunting | sunting sumber]

Tiga posisi dalam kabinet darurat dijabat oleh pejabat yang tidak hadir di Bukittinggi: Jenderal Soedirman, memimpin perang gerilya di Jawa, Menteri Luar Negeri A. A. Maramis, yang sedang berada di India, dan Kolonel A. H. Nasution, komandan teritorial Jawa. Pada 14 Maret 1949, Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) mengirimkan sebuah telegram kepada para pimpinan di Jawa yang mengajukan terlibatnya para menteri yang masih aktif di Jawa. Setelah beberapa diskusi melalui radiogram, kabinet dirombak dan susunan kabinet baru diumumkan pada 31 Maret 1949.[3]

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
3 Menteri Dalam Negeri BERJAYA Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA Soekiman Wirjosandjojo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
4 Menteri Luar Negeri BERJAYA Syafruddin Prawiranegara
(ad-interim)
19 Desember 1948 31 Maret 1949 Masyumi
BERJAYA Alexander Andries Maramis 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Non-Partai
5 Menteri Pertahanan BERJAYA Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Masyumi
6 Menteri Kehakiman BERJAYA Lukman Hakim 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI
7 Menteri Keuangan BERJAYA Lukman Hakim 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
8 Menteri Kemakmuran BERJAYA Indratjahja 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA I. J. Kasimo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Katolik
9 Menteri Perhubungan BERJAYA Indratjahja 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
10 Menteri Keamanan
(Jabatan dihapuskan pada perombakan kabinet)
BERJAYA Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
11 Menteri Pekerjaan Umum BERJAYA Mananti Sitompul 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
12 Menteri Kesehatan BERJAYA Mananti Sitompul 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA Soekiman Wirjosandjojo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
13 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BERJAYA Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
14 Menteri Sosial
(Digabungkan dengan Menteri Pemburuhan
pada perombakan kabinet)
BERJAYA Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
15 Menteri Agama BERJAYA Teuku Muhammad Hasan
(ad-interim)
19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA Masjkur 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
16 Menteri Penerangan BERJAYA Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Masyumi
17 Menteri Perburuhan
(Bernama Menteri Perburuhan dan Sosial
pada perombakan kabinet)
BERJAYA Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
18 Menteri Pembangunan dan Pemuda BERJAYA Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
BERJAYA Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI
Pejabat setingkat Menteri
19 Sekretaris Pemerintah Darurat BERJAYA Mardjono Danoebroto 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai

Komisariat PDRI untuk Jawa

[sunting | sunting sumber]
No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
1 Menteri Kehakiman BERJAYA Soesanto Tirtoprodjo 16 Mei 1949 13 Juli 1949 PNI
2 Menteri Penerangan
3 Menteri Persediaan Makanan Rakyat BERJAYA I. J. Kasimo 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Non-Partai
4 Menteri Agama BERJAYA Masjkur 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Masyumi
5 Menteri Urusan Dalam Negeri BERJAYA Soeroso 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Non-Partai

Pembubaran kabinet darurat

[sunting | sunting sumber]

Di bawah tekanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat serta berlanjutnya perang gerilya dari pasukan republik, Belanda pada akhirnya menyetujui gencatan senjata. Pada Januari 1949, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemerintahan republik dibebaskan dan kedaulatan diberikan kepada Indonesia pada 1 Juli 1950. Amerika Serikat mendukung permintaan tersebut dengan mengancam akan menarik kembali bantuan rekonstruksi vital dari Belanda. Pada 7 Mei, Belanda setuju untuk membebaskan Soekarno dan Hatta, yang akan memerintahkan gencatan senjata sekembalinya ke Yogyakarta. Pada 6 Juli, Soekarno, Hatta, dan para pimpinan republik kembali ke Yogyakarta, diikuti oleh kabinet PDRI. Dalam sebuah pertemuan pada 13 Juli yang diketuai oleh Hatta, Sjafruddin melaporkan kepada Soekarno seluruh aktivitas kabinet darurat selama masa penahanan Soekarno. Ia kemudian mengembalikan mandat kepada Soekarno, yang membubarkan kabinet darurat serta secara otomatis mengembalikan mandat kepada Kabinet Hatta yang sebelumnya tidak dibubarkan secara resmi.[4][5]

  • Kahin, George McTurnan (1952) Nationalism and Revolution in Indonesia Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
  • Ricklefs (1982), A History of Modern Indonesia, Macmillan Southeast Asian reprint, ISBN 0-333-24380-3
  • Simanjuntak, P. N. H. (2003) (in Indonesian), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi, Jakarta: Djambatan, pp. 73–83, ISBN 979-428-499-8.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ricklefs (1982) p218
  2. Simanjuntak (2003) p74
  3. Simanjuntak (2003) p76
  4. Ricklefs (1982) p219
  5. Simanjuntak (2003) p. 81-83

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
BERJAYA
Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Hatta I
Kabinet Darurat
1948–1949
Diteruskan oleh:
Kabinet Hatta I