Batu Portland
| Formasi Batu Portland Jangkauan stratigrafi: | |
|---|---|
Tambang batu Portland di Pulau Portland | |
| Jenis | Formasi geologi |
| Unit | Portland Group |
| Sub-unit | Dorset: Portland Chert Member, Portland Freestone Member
Vale of Wardour: Tisbury Member, Wockley Member, Chilmark Member Vale of Pewsey: No formal subdivision |
| Garis bawah | Formasi Lulworth |
| Garis atas | Formasi pasir Portland |
| Ketebalan | Hingga 38 meter (120 ft) di Dorset |
| Litologi | |
| Utama | Batu gamping |
| Lain-lain | Batu lanau, Batu pasir |
| Location | |
| Kawasan | Inggris |
| Negara | Kerajaan Bersatu |
| Bagian tipe | |
| Mengambil nama dari | Pulau Portland |
| Lokasi | Clay Ope, West Weare Cliff |
| Ketebalan di bagian tipe | 25 meter |
Batu Portland adalah sebuah formasi geologi batu kapur (secara resmi bernama Portland Stone Formation[1]) yang berasal dari zaman Tithonian pada periode Jura Akhir, yang ditambang di Pulau Portland di Dorset, Inggris.[1] Lokasi-lokasi penambangan tersebut memotong lapisan-lapisan batu kapur abu-abu-putih yang dipisahkan oleh lapisan rijang (chert beds). Batu ini telah digunakan secara luas sebagai batu bangunan di seluruh Kepulauan Britania, terutama pada gedung-gedung publik utama di London seperti Katedral Santo Paulus dan Istana Buckingham. Batu Portland juga diekspor ke berbagai negara, contohnya digunakan pada gedung markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York.
Geologi
[sunting | sunting sumber]Batu Portland terbentuk di lingkungan laut, di dasar laut sub-tropis yang dangkal dan hangat, serta kemungkinan besar berada dekat dengan daratan (terbukti dengan ditemukannya fosil kayu hanyut yang lumayan sering dijumpai). Ketika air laut menghangat oleh sinar matahari, kapasitasnya untuk menampung gas terlarut akan berkurang; akibatnya, karbon dioksida (CO2) yang terlarut dilepaskan ke atmosfer sebagai gas. Ion kalsium dan bikarbonat di dalam air kemudian dapat berikatan untuk membentuk kalsium karbonat (CaCO3) sebagai endapan (presipitat). Proses ini serupa dengan penumpukan kerak kapur pada ketel di daerah yang memiliki air sadah. Kalsium karbonat merupakan komponen utama dari sebagian besar batu kapur. Miliaran kristal mikro dari endapan kalsium karbonat (disebut kalsit) berakumulasi membentuk lumpur kapur (disebut mikrit) yang menutupi dasar laut. Partikel-partikel kecil pasir atau detritus organik, seperti fragmen cangkang, membentuk inti (nukleus) yang kemudian terselimuti oleh lapisan-lapisan kalsit saat mereka terombang-ambing di dalam mikrit berlumpur tersebut.[2] Batu Portland memiliki tingkat kekerasan 3,5 pada skala Mohs.[3]
Kalsit tersebut lambat laun berakumulasi (melalui proses akresi) di sekitar fragmen cangkang dalam lapisan-lapisan konsentris, membentuk bola-bola kecil (dengan diameter kurang dari 0,5 mm). Proses ini serupa dengan cara bola salju membesar saat digulung di atas salju. Seiring berjalannya waktu, miliaran bola yang tak terhitung jumlahnya ini—dikenal sebagai "ooid" atau "oolit" (berasal dari bahasa Yunani yang berarti "berbentuk telur" atau "batu telur")—menjadi tersemenkan sebagian (atau mengalami litifikasi) oleh kalsit tambahan, hingga membentuk batu kapur oolitik yang disebut batu Portland. Tingkat sementasi pada batu Portland berada pada takaran yang pas; batu ini tersemenkan dengan cukup kuat sehingga mampu menahan pelapukan, namun tidak terlalu keras sehingga tetap dapat dikerjakan (dipotong dan dipahat) dengan mudah oleh tukang batu (mason). Ini adalah salah satu alasan mengapa batu Portland sangat disukai sebagai batu monumen dan arsitektur. Geoff Townson melakukan penelitian doktoral selama tiga tahun mengenai super-kala Portlandian, menjadi orang pertama yang mendeskripsikan fasies terumbu-tambal (patch-reef facies) dan detail sedimentasi di seluruh wilayah Dorset. Ian West dari School of Ocean and Earth Sciences di Universitas Southampton menyelesaikan survei geologi terperinci di Tambang Withies Croft sebelum Lapisan Portland (Portland tersebut ditambang oleh Albion Stone plc.[2]
Sejarah penggunaan
[sunting | sunting sumber]Batu telah ditambang di Portland sejak zaman Romawi dan mulai dikirim ke London pada abad ke-14.[4] Kegiatan ekstraksi sebagai sebuah industri dimulai pada awal abad ke-17, dengan adanya pengiriman ke London untuk pembangunan Banqueting House karya Inigo Jones. Keputusan Christopher Wren yang memilih batu Portland untuk pembangunan Katedral Santo Paulus yang baru menjadi dorongan besar bagi sektor pertambangan tersebut, sekaligus mengukuhkan batu Portland sebagai batu bangunan pilihan utama di London. Pulau ini kemudian terhubung oleh jalur kereta api ke wilayah negara lainnya sejak tahun 1865. Albion Stone PLC telah melakukan aktivitas penggalian dan penambangan batu Portland sejak tahun 1984. Sementara itu, Portland Stone Firms Ltd telah menambang batu Portland sejak tahun 1994.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Portland Stone Formation". BGS Lexicon of Named Rock Units. British Geological Survey. Diakses tanggal 25 Juli 2019.
- 1 2 West, Ian. "Withies Croft Wall - Isle of Portland - Geology". Wessex Coast Geology. University of Southampton. Diakses tanggal 27 Juni 2026.
- ↑ Knapper, Ian. "The Mohs Stone Hardness Scale". Stone Stories. Ian Knapper Stonemason. Diakses tanggal 27 Juni 2026.
- ↑ Stanier, Peter (2000). Stone Quarry Landscapes: The Industrial Archaeology of Quarrying. Tempus. ISBN 978-0752417516.
